I can not breath.
This week would be so hard to handle.
i just hope I won’t lose it.
I can not breath.
June 5, 2011
February 10, 2010
Saya berjanji. Di hari bahagia saya nanti, tidak akan membuat siapapun merasa less fortunate.
Saya janji.
May 24, 2009
Friday Speaks Inspiration
Posted by adisss under Uncategorized | Tags: Communication, Mankom, Ranger Orange, Selftalk |[2] Comments
As I arrived in the orange house, my routine activity started. Saying hi to all my colleagues, starting up my laptop, and getting my self a cup of iced water. As I sat back in my seat, new emails were popping out of my outlook inbox. Some update bout the upcoming Pesta Blogger, final job desc on Pecha Kucha, scanned article for A Mild, and a series form of emails from K1C03 mailing list titled “Selamat buat Imam”. A Friend of mine is winning Cannes Young Lions Award for Media Planning. What an achievement indeed. Congrats Imam!!
Then I remembered another friend of mine (let’s just call him “X” cos he wants to remain anonymous) who shared his plans to go abroad within two months just one day ago. He also managed to get into AISEC Global Exchange Program and will spend couple of months away from Indonesia. Expenses totally covered by the way. Waaww. I’m so proud of him and his capability to juggle his mind between job-related things and other miscellaneous ones.
As I begin to write down my list of ‘oleh-oleh’ to both of them (wakakakkakak), I got to think. What about me? Don’t get me wrong. I’m so in love being an orange ranger here. I’m proud of myself for getting this far. But I want more. In terms of achievement that is.
Then I went down my memory hills for a several minutes. A hand written note of mine came up. It was a list of what I want to achieve. Graduated, lots and lots of shoes, winning ‘something’ (I won’t tell cos you’d fall out of chair since it’s ridiculously impossible in today’s circumstances), find a job for the sake of dinner at sushi tei and a pair of zara shoes, be a PR for Plaza Indonesia (mall-minded), then got a promotion as head of PR for Bvlgari Resort Bali, and finally be the owner of a chic hotel also in Bali while still be the head of Communication. Kissing a foreigner was also on that list, but I guess I can take that off now. =)
Anyway, to be honest, I kinda feel a bit jealous of two of my friends. I want to be a part of something big too. Then I wrote X an email saying I feel unsure about myself and what I have now. He then comforts me by saying such a happy things, “membawa berbelas mahasiswa ke negara besar, melintasi benua, dan membantu mereka pursue their dream itu achievement dis.” Thanks X!
But I’m still hungry for more. So here’s what I’m gonna do. I’m gonna keep doing my things, and look at my friend’s achievement as a motivation to push me forward. So, to my friend Imam (my mom said hi by the way, Mam. She’s very happy when I told her about your award =P), and X, thanks for the inspiration. Good luck, have fun with the journey, and see you guys on top I guess.
May 15, 2009
Jurnalis Televisi: Adakah Pesan Anda Tersampaikan?
Posted by adisss under Uncategorized | Tags: Anugerah Adiwarta Sampoerna, Job Things, Pers |Leave a Comment
Jurnalis Televisi: Adakah Pesan Anda Tersampaikan?
Oleh: Adis
“Sebuah tayangan televisi bercerita melalui gambar dan suara. Proses pengambilan gambar dan pengemasan akhir gambar tersebut akan menentukan apakah konsep cerita anda tersampaikan atau tidak,” demikian komentar Arswendo Atmowiloto mengenai penilaian karya jurnalistik televisi dalam ajang Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2009, saat berbincang santai dengan beberapa rekan jurnalis televisi. “packaging dari sebuah tayangan televisi mau tidak mau menjadi pertimbangan utama dalam penilaian selain tentunya jalan cerita yang menarik,” tambahnya.
Beberapa rekan jurnalis tampak antusias bertanya kepada dewan juri tentang tips dan trik dalam memenangkan ajang ini. Arswendo kemudian mengambil contoh karya jurnalistik televisi yang menjadi juara pada AAS 2008 berjudul “Profil: Salomina Berjuang Meraih Pendidikan.” Menurut Arswendo, karya ini memiliki nilai visual yang paling kuat bila dibandingkan dengan karya finalis lainnya.
Mengenai tidak adanya pembatasan tema dalam dua kategori lomba AAS (Liputan Investigatif dan Dokumenter), Marselli Soemarno, melihatnya sebagai kesempatan bagi para jurnalis televisi dalam berkreasi. Dosen Fakultas Film dan televisi Institut Kesenian Jakarta yang baru pertama kalinya menjadi juri dalam ajang AAS ini juga sangat mendukung diadakannya ajang penghargaan bagi insan jurnalis khususnya jurnalis televisi.
Selain berdiskusi seputar penyelenggaraan AAS, bincang-bincang santai kali ini juga membahas tentang sulitnya menemukan tayangan dokumenter murni yang lepas dari nilai-nilai komersialisme dalam program-program televisi saat ini. Arswendo dan Marselli sepakat bahwa hal itu memang sulit dihindari, namun justru disitulah peranan jurnalis televisi untuk tetap menghasilkan tayangan yang berkualitas dan sarat informasi bagi masyarakat.
Berbeda dengan penerimaan karya bagi kategori cetak/on-line dan foto yang dibagi menjadi dua periode, penerimaan karya jurnalistik televisi yang telah ditayangkan antara 2 Oktober 2008 – 15 September 2009, ditunggu oleh panitia AAS sampai dengan 30 September 2009 (cap pos).
Kami tunggu dan selamat berkarya!
original post right here
May 8, 2009
Bisnis Media yang Sehat dan Kebebasan Pers
Posted by adisss under Uncategorized | Tags: Anugerah Adiwarta Sampoerna, Job Things, Pers |Leave a Comment
Di tahun 2008, dunia jurnalistik Indonesia dipenuhi oleh kehadiran 1.008 perusahaan media cetak, 150 perusahaan media televisi, dan 2.000 perusahaan radio. Data tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pers, Leo Batubara, dalam diskusi memperingati 10 Tahun Kebebasan Pers, Selasa (5/5).
Pertumbuhan perusahaan-perusahaan media ini seharusnya bisa menjadi pembuktian dari pengaplikasian UU Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999, dimana kebebasan pers menjadi sesuatu yang bisa diwujudkan di Indonesia. Sayangnya, pertumbuhan tersebut tidak dibarengi dengan persiapan yang matang. Kehadiran pemain-pemain baru dalam dunia jurnalistik kita agaknya tidak diperkuat dengan kemampuan untuk mempertahankan diri dalam kompetisi bisnis yang semakin ketat. Belum lagi jika ditinjau dari angka perolehan iklan yang signifikan, dimana kebanyakan media-media ini tidak memenuhi syarat.
Dewan Pers pun akhirnya mengklaim bahwa hanya sekitar 30 persen dari jumlah perusahaan media tersebut yang berada dalam kondisi ’sehat bisnis’.
Seiring dengan angka pertumbuhan perusahaan penerbitan pers yang melaju tinggi, semakin banyak pula kasus pengaduan yang diterima Dewan Pers. Kita sering mendengar kasus wartawan gadungan yang meresahkan masyarakat.
Di satu sisi, tumbuhnya begitu banyak perusahaan penerbitan pers dipandang sebagai hasil reformasi dan pelaksanaan keterbukaan informasi yang seluas-luasnya. Akan tetapi di sisi lain, tanpa dukungan sumber daya yang memadai, hasilnya adalah sebuah ‘wadah’ yang bisa jadi tidak sejalan dengan kode-kode etik jurnalistik yang berlaku di Indonesia dan menghasilkan sebaran informasi yang merugikan publik.
Hal ini tentu saja bertentangan dengan apa yang tertera dalam Undang-undang No. 40 tersebut, dimana media pemberitaan pers seharusnya berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial serta lembaga ekonomi.
Apakah ini berarti publik Indonesia dan pelaku-pelaku bisnis belum siap untuk menyikapi Undang-undang No. 40 tentang kebebasan pers?
original posting from here
December 31, 2008
This year’s been great.. here is why…
February 08 – My 1st trip to USA!!
Hmmm,, this was the best experience of all.. with 19 fellow delegates and faculty advisors who turn out to be my best friends to share everything,, really everything.,
The whole journey, the conference, the nite out, the snow, hmmmhh,,, i could go on forever..
Dwija Hiradisti, S.Ikom. Finally got the title, cumlaude,, hahahh,,
Another one in June – Job issue
Got my 1st real job,, a new role, a new responsibility, yet a new family,,
4.
4. All year long – Him
And what could’ve been better than to have your loved one beside you.. huehehheee,,
Love you beib,,
August 26, 2008
If i still here at this kind of hour?
Heee.. Masih di kantor tapi cuma browsing..
Hmmm.. So far so good.. udah terbiasa bangun jam stengah 7.. Ngga pernah kesulitan untuk tidur malem.. Liat bantal langsung merem..
Selalu excited mendekati tanggal 25..
Selalu bingung pulang naik apa..
Selalu bingung pake baju yang mana..
Huff… This whole working thing…..
July 22, 2008
huhuhuuu… This hapens to me..
Sebel banget rasanya.. 
Hati2] Penipuan baru pakai IM3 !
Buat pemakai IM3,
Hati2 penipuan baru model transfer pulsa. Jika anda menerima SMS yg isinya seperti ini :
‘Kamu menerima SMS SUARA dari nomor 0856xxxxxxxx. Untuk mendengarkan silahkan tekan/dial: *123*3*5*0856xxxxxx x*12345# lalu Ok/Yes/Call( Gratis) ‘
JANGAN pernah tkn OK/YES atas deretan nomor yang saya bold !!karena itu akan membuat anda mentransfer pulsa sejumlah Rp 12.345 ke nomor tujuan.
Pas gw nyadar gw udah ketipu, gw sms ke nomer itu,
“smoga bermanfaat ya pulsanya. Cheers!!”
HUFFFFFFFFFFFFFFFHHH.. Sabar Dis.. biar tuhan yang bales.. huhuhuhu
July 12, 2008
July 1, 2008
capek..
ngantuk..
pusing..
overloaded.
huhuu.. sendu…

